Sampai aku di sudut jalan buntu terlihat rumah tertutup berbagai tanaman,
tersadar seluruh badan ku basah kuyup
Terbukalah pintu kayu dengan senyuman kecil menyambut,
akupun tertawa kecil membalas senyumannya
Terimakasih Tuhan, ternyata aku tak sendiri. . . . . .
Berteduhlah ku di rumah ini,
berharap kehangatan selalu datang pada ku
Senyuman maniz pun datang dan memberi pakaian ganti yang lebih hangat
akupun menerima dan tersenyum kembali
Terimakasih Tuhan, ternyata aku tak sendiri. . . . . .
Kriukkk kriuukk, terdengar samar,
ternyata dari dalam lambungku berteriak
Semoga sepotong Roti ini bisa mengisi kekosongan nya
Keluarga kecil bahagia dengan peluk kehangatan kembali berkumpul di hadapan ku,
Terimakasih Tuhan, ternyata aku tak sendiri. . . . . . .
Tawa mereka, cakap mereka seperti memberi ku sebuah keluarga
makan bersama, nonton bersama, mengasihi peliharaannya bersama,
Seperti mengembalikan pelukan keluarga yang telah lama hilang di benak ku
Tersadar aku dengan petang, ada yang menunggu ku di sana,
Terimakasih Tuhan, ternyata aku tak sendiri. . . . . . .
dan aku harus menjemput papa di tempat kerjanya...
Thanks GOD, im not alone. . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar